Mempersiapkan Diri Membangun Keluarga

Posted under Artikel on : 16/12/2014 13:19:55

“Dan diantara sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT,  Dia menciptakan pasangan dari jenis kalian sendiri, supaya kalian betah tinggal bersamanya. Dan Dia menciptakan diantara kamu rasa cinta dan kasih. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran  Allah bagi orang-orang bagi orang-orang yang berfikir”

(QS. Ar-Ruum:21)

Pernikahan dan rumah tangga selalu menjadi harapan dan problema utama bagi remaja, orang tua, bahkan negara. Si remaja bingung menghadapi tantangan dalam pernikahan. Orang tua pusing dengan keinginan anaknya. Negara pun sering direpotkan dalam menghadapi masalah yang satu ini.  Untuk mengatasi tantangan ini dibutuhkan pengetahuan tentang tiga hal yaitu:

I.           Fungsi Keluarga

Sebuah keluarga dapat menjadi surga atau neraka bagi penghuninya. Untuk menjadikan keluarga sebagai surga, ia harus melakukan empat fungsi, yaitu:

1.    Fungsi Fisiologis

-          Tempat berteduh

-          Tempat mendapatkan makan, minum, dan pakaian

-          Tempat suami istri saling memenuhi kebutuhan biologis

2.    Fungsi Psikologis

-          Penerimaan sosial

-          Rasa aman dan nyaman

-          Dukungan psikologis

-          Basis pembentukan : identitas, citra, dan konsep diri

3.    Fungsi Sosiologis

-          Institusi Pendidikan

-          Institusional terkecil

-          Masyarakat islam

4.    Fungsi Dakwah

-          Obyek dakwah pertama

-          Partisipan dakwah

-          Antibodi virus kejahatan

-  Model keluarga muslim ideal

II.           Latar belakang Pernikahan

1.    Fitrah Kauniyyah

Fitrah kauniyyah adalah realitas fitriyah sebagai naluri yang dibekalkan sejak azali kepada setiap makhluk hidup.

2.    Haajah Basyariyyah

Naluri seksual merupakan salah satu potensi makhluk hidup. Bahkan gejolak instinktif syahwat manusia tumbuh dan berkembang secara alamiyah, sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikisnya, serta stimulusnya eksternal.

3.    Fariidlah Syar’iyyah

Islam mengharamkan seorang muslim untuk menahan diri dari pernikahan dan berzuhud dengan niat melakukan ruhbaaniyyah, menyepi hanya beribadah dan mendekatkan diri kepada allah. Terlebih apabila ia mampu dan memperoleh kemudahan untuk melaksanakannya.

4.    Dlaruurah ad Da’aawiyyah

Pernikahan adalah bagian integral da’wah. Mengingat Al-islam adalah agama dak’wah atau missi, maka setiap pribadi muslim adalah da’i atau misionaris, sehingga menuntut untuk selalu mengaitkan pernikahan dan   kerumahtanggaan itu kepada aktivitas dakwah islamiyyah yang diembannya.

III.        Proses Persiapan Pernikahan

1.    Fisik

1.1 Alat reproduksi

Yakinkan sebelum menikah bahwa alat reproduksi berfungsi dengan normal. Karena didalam islam istri boleh menuntut cerai kepada suaminya apabila alat reproduksinya tidak berfungsi dengan normal. Kalau kejadiannya dipertengahan rumah tangga  boleh dipertahankan hingga 2 tahun.

1.2 Fisik secara umum

Pernikahan tidak hanya memuaskan kebutuhan biologis tapi juga keturunan, sehingga hal-hal yang sifatnya umum seperti jantung, paru-paru dll harus diketahui sebelumnya. Bahkan Islam menganjurkan agar kita mengetahui bau badan calon pasangannya terutama bau mulut dan ketiaknya.

Islam menganjurkan ketika kita sudah masuk usia baligh untuk melukan olah raga yang keras seperti berkuda, memanah, dan berenang. Ini untuk membangun sipat maskulin pada laki-laki.

2.    Psikologis

Maksudnya adalah kematangan tertentu secara psikologis untuk menghadapi tantangan–tantangan yang besar. Karena setelah kita berkeluarga status kita akan berubah, kita menjadi suami, ayah, menantu, disini dituntut jiwa kepemimpinan didalam rumah tangga. Kebebasan prilaku, waktu ketika bujang tidak lagi berlaku setelah menikah. Sehingga yang sangat penting untuk disiapkan adalah menjaga keseimbanagan antara ambivalensi emosi/perasan jiwa.

3.    Pemikiran

Seseorang sudah memiliki dasar pemikiran yang jelas tentang

3.1 Visi Idiologisnya

                              Seorang muslim harus mengetahui bahwa dia seorang muslim dan mengapa dia muslim. Orang                                 menjadi muslim berdasarkan cultural, emosional, ilmu. Kita harus berafiliasi dengan islam                                             berdasarkan ilmu.

3.2 Visi Kepribadian

        Orang yang ingin menikah harus memiliki konsep diri yang jelas, mengetahui kelebihan,                          kekuarangan, hambatan dan peluang dirinya. Kalau sudah memiliki konsep diri yang jelas maka            ia akan realistis terhadap dirinya, dan dia akan bisa menerima dan memahami orang lain                        (pasangannya). Yang pada akhirnya dia akan mencari pasangan yang tepat buat dirinya bukan               pasangan yang ideal/unggul.

3.3 Visi Pekerjaan

       Orang yang mau menikah harus memiliki konsep pekerjaan yang realistis. Tidak mesti ma[pabn             yang pentibg dia sudah mengetahui dan mengalami n\bagaimana mendapatkan uang dan utnuk         keperluan dirinya dan cara mendapatkan unag lebih untuk kepentingan yang lainnya.

3.3 Visi Pernikahan

                                    Orang yang mau menikah minimalnya harus mengetahui tiga hal yaitu :

-          Hak dan kewajiban suami istri

-          Pendidikan anak

-          Kesehatan dan seksualitas

4.      Finansial

       Pernikahan tidak hanya kerja cinta tapi juga kerja ekonomi. Jadi sebelum menikah harus sudah tahu terlebih dahulu bagaimana mendapatkan uang. Dan memiliki proyeksi yang jelas terhadap peluang yang dapat dijadikan sumber finansial.

by. R. Akhmad Yani  Saifuddin, S.SiT