Akhlaq dan Budi Pekerti Rasulullah

Posted under Artikel on : 15/10/2014 16:04:41

Ada sebuah contoh yang patut diteladani di antara akhlaq-akhlaq Rasulullah SAW  yang sangat berarti dan memiliki makna bahkan pelajaran untuk kita sebagai umatNya Nabi SAW, bahkan  ALLAH SWT didalam Al-Qur’an  memerintahkan kita semua untuk meneladani akhlaqNya  Nabi SAW dan dijadikan keistimewaan untuk kita semua dengan meneladani akhlaqNya Nabi SAW adalah jalan untuk kita meraih keridhoan ALLAH SWT

Dimana ALLAH SWT berfirman:

“laqad ka-na lakum fi- rasu-liLla-hi uswatun hasanatu limang ka-na yarjuLla-ha wal yawmal a-khira dzakaraLla-ha katsiyran” (Al-Ahzab 21)

artinya: Sesungguhnya telah ada dalam (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan menyebut Allah banyak-banyak (Al-Ahzab 21).

 

Di kisahkan di sebuah sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta dimana hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Namun setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar  tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hal tersebut hingga menjelang Rasulullah SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Sayidina Abu Bakar R.A. berkunjung ke rumah anaknya Sayidatuna ‘Aisyah R.A.Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah sunnah kekasihku (Muhammad SAW) yang belum aku kerjakan?”. Sayidatuna  ’Aisyah R.A menjawab pertanyaan ayahnya, : “Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Sayidina Abu Bakar R.A. Sayidatuna ‘Aisyah R.A menjawab: “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.

Keesokan harinya Sayidina Abu Bakar R.A. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada si pengemis itu. Sayidina Abu Bakar R.A. mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Sayidina Abu Bakar R.A. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak,”siapakah kamu?”. Sayidina Abu Bakar R.A menjawab, “Aku orang yang biasa”. “Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu, “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut  ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan lembut”, pengemis  itu melanjutkan perkataannya.  Sayidina Abu Bakar R.A. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,: “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.” Setelah pengemis itu mendengar cerita Sayidina Abu Bakar R.A. ia pun ikut menangis, kemudian berkata, “Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,  ia begitu mulia…” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Sayidina Abu Bakar R.A.

Wallahu a’lamu Bisshawab