Amalan berpahala haji

Posted under Artikel on : 11/10/2014 08:11:18

Setiap muslim pasti berobsesi dapat menunaikan ibadah haji. Namun, tidak semuanya dikabulkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Bagi yang belum ditakdirkan beribadah haji tahun ini, tidak perlu kecewa dan putus asa. Sebab, ternyata ia masih berpeluang besar untuk mendapatkan pahala haji. Rasulullah SAW telah memberikan berita gembira tentang beberapa amal salih yang berpahala haji, di antaranya:

Pertama: Melaksanakan shalat fardhu berjama'ah di masjid. Dari Abi Umamah RA, sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang berjalan menuju shalat fardhu berjama'ah, maka ia seperti haji. Dan barangsiapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti umrah sunnah" (HR Ath Thabrani dalam Al Mu'jam Al Kabir, no. 7578 dan dihasankan oleh Syekh Al Albani).

Kedua: Birru' l Walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, seorang laki-laki pernah datang menemui Rasulullah SAW, lalu ia mengatakan, "Sesungguhnya aku ingin sekali berjihad, tetapi aku tidak memiliki kemampuan untuk itu". Rasulullah SAW lalu bertanya kepadanya, "Apakah masih ada yang hidup di antara kedua orang tuamu?" Lelaki itu menjawab, "Ibuku". Rasul pun kemudian mengatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah dengan berbuat baik kepad ibumu. Sebab, jika engkau melakukan itu, maka engkau adalah jama'ah haji, umrah dan mujahid (orang yang berjihad)" (HR Ath Thabrani dalam Al Mu'jam Al Ausath, no. 2915).

Ketiga: Menghadiri majlis ilmu di masjid, sebagaimana sabda Nabi SAW, "Barangsiapa yang pergi ke masjid, ia tidak menginginkan hal itu kecuali untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji, sempurna hajinya" (HR Ath Thabrani dalam Al Mu'jam Al Kabir, no. 7473). 

Keempat: Menunaikan umrah di bulan Ramadhan. Dari Ibnu Abbas RA,  sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Melaksanakan umrah di bulan Ramadhan itu (berpahala) seperti haji atau (seperti) haji bersamaku" (Muttafaqun 'Alaihi; Bukhari no. 1782, 1863, Muslim no. 3097). 

Kelima: Duduk di masjid setelah shalat subuh berjama'ah untuk berdzikir lalu shalat dua raka'at setelah matahari terbit, yakni waktu syuruq. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa shalat subuh berjama'ah, kemudian ia duduk (menunggu)  sambil berdzikir hingga terbit matahari, lalu ia melaksanakan shalat dua raka'at, maka baginya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna" (HR Tirmidzi no. 589 dan dihasankan oleh Syekh Al Albani). 

Keenam: Berdzikir setelah shalat. Dari Abu Hurairah RA, ia bercerita, Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya orang-orang fakir dari kaum Muhajirin pernah mendatangi Rasulullah SAW, lalu mengadu, "Orang-orang kaya pergi membawa derajat yang tinggi dan tempat yang bergelimang nikmat. Nabi bertanya, "Apa itu?" Mereka berkata; Mereka shalat sama seperti kami shalat, dan mereka berpuasa sama seperti kami berpuasa, hanya saja (bedanya) mereka memiliki kelebihan harta sehingga mereka bisa menunaikan ibadah haji, umrah, berjihad dan bersedekah (dengan hartanya sementara kami tidak bisa karena miskin). Lalu beliau bersabda,"Apakah kalian ingin aku ajari sesuatu yang (jika kalian amalkan) kalian dapat mengungguli orang-orang yang mendahului kalian, dan mengalahkan orang-orang setelah generasi kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian, kecuali orang yang mengamalkan hal yang sama seperti yang kalian amalkan?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Rasulullah". Beliau bersabda, "Kalian bertasbih, bertahmid dan bertakbir setiap selesai shalat (masing-masing) sebanyak 33 kali" (Muttafaqun 'Alaihi; Bukhari no. 843 dan Muslim no. 1375).
Semoga dengan mengamalkan amalan-amalan di atas, bisa menjadi pembuka jalan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji yang hakiki. 

Allahumma Amin ...

Oleh: Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, Lc, MA
Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI)